.post img{opacity:.5;filter:alpha(opacity=100); this.style.opacity=1} .post img:hover{opacity:1;filter:alpha(opacity=1); this.style.opacity=6}

Minggu, 06 Mei 2012

0 CERITA RAMBUT GIMBAL by @Aldo Nezta Marley


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
CERITA RAMBUT GIMBAL Rambut gimbal sering disebut ”dreadlocks ”. Konon, rambut gimbal sudah dikenal sejak tahun 2500 SM. Sosok Tutankhamen, seorang fir ’aun dari masa Mesir Kuno, digambarkan memelihara rambut Gimbal. Secara kultural, suku asli di Afrika, New Guinea, dan Australia juga sudah dikenal dengan rambut gimbalnya.

1 14 fakta menarik Mengenai Bob Marley


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!




Bob Marley adalah Jamaika,Bob Marley adalah Reggae, Bob Marley adalah legenda. Itulah kirayang pertama kali dipikirkan setiap orang begitu mendengar nama Bob Marley.
-kira Lahir di Jamaika 6 Februari 1945,sang ikon utama genre reggae ini harus menghembuskan nafas terakhirnya setelah tak kuasa menghadapi penyakit kanker yang dideritanya selama 4 tahun. Untuk mengenang jasa besar Bob Marley pada perkembangan musik dunia, info unik unik akan mengulas fakta-fakta unik tentang Bob Marley.

Kamis, 03 Mei 2012

2 Puisi Anak Reggae


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Woyo…my name it’s RaSa
Aku suka sama musik reggae
Yang bisa bikin aku nyantai
Serasa sedang duduk di pantai


Anak reggae rambutnya gimbal
Tapi ada juga yang gak gimbal
Anak reggae suka berdansa
Dansa terus sampai tulang patah


A

1 Nasihat dari Steven Coconutrees and Tony-Q


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Steven : Banyak yang bertanya, aku ini mau jadi apa?
              ko ga kuliah, juga ga kerja, tapi kujawab inilah ku ada nya.
              tapi jangan kira, aku tak berbuat apa apa, aku berkarya dengan yang ku bisa, dan yang
              penting aku bahagia, yang penting aku ga nipu, ga bikin susah kalian, yang penting ga
              terlibat 378, kujalani apa adanya aku bahagia bebas lepas dan tanpa beban aku merdeka.
              ( 

1 SEJARAH JIIMBAY


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Akhir - akhir ini gw lagi suka banget sama yang namanya djembe, karena merupakan alat yang sering digunakan dalam reggae dan juga bunyi yang dihasilkan enak bangetlah menurut gw, berikut sejarah djembenya CEKIDOT
Djembe atau jenbe/jyembe/jembe/yembe/ jimbay/sanbanyi adalah warisan budaya yang dipunya dan besar di Afrika. Asal usul djembe berasal dari kerajaan Mali yang megah pada sekitar abad 12. Dari semua alat music pukul Afrika, Djembe adalah salah satu yang paling dicari oleh dunia barat dan masyarakat dunia pada umumnya. Dan djembe juga telah mengilhami para pembuat drum professional diseluruh dunia.
Asal mula ejaan “jembe” yang menggunakan “dj”, merupakan berasal darisejarah yang mengingatkan bahwa afrika dulu dijajah oleh prancis. Karna bangsa prancis terbiasa dan sangat kuat dalam huruf “J”. Djembeberasal dari kata dyembe (malinke,bahasa tradisional sebagian suku afrika/Mali), tetapi karna bangsa prancis tidak terbiasa dengan huruf “Y” maka huruf itu diganti dengan huruf “J”. dan kata djembe dipakai sampai sekarang untuk mengingatkan sakitnya dijajah oleh bangsa Prancis. Menurut bangsa Mali kata djembe berasal dari pepatah"Anke dje”, yang secara harafiah artinya "semua orang berkumpul bersama-sama" .
Bentuk fisik
Djembe adalah sebuah kayu yang berbentuk seperti gelas dan ditutup oleh kulit dengan tali sebagai alat untuk mengencangkannya. Yang dimaksudkan untuk dimainkan/dipukul dengan tangan kosong. Sebuah alat music pukul tradisional atau traditional drum yang berasal dari afrika. Pada awalnya djembe dipakai oleh masyarakat afrika untuk alat komunikasi pada jaman dulu, ini dikarenakan karena jarak yang sangat jauh dari desa ke desa. Selain itu alat music tradisional ini pada jaman dulu banyak dipakai untuk acara suku tradisional afrika, khususnya dipakai untuk acara spiritual/keagamaan.
Pada umumnya djembe berukuran 12” (30cm) pada diameternya, dan 24”(60cm) pada tingginya. Dan pada tingginya dibagi 2, 30cm pada bagian kakinya dan 30cm lagi untuk ukuran badannya. Djembe juga dapat ditemukan dalam ukuran yang lebih berfariasi, mulai dari yg terkecil dari 5” (13cm) sampai yang terbesar 18” (46cm) pada diameternya. Bunyi yang dihasilkan dari pukulan ke kulit djembe akan sangat tegas dan tajam, dikarenakan dari bentuk djembe yang menyerupai piala dan terdapat rongga atau yang dalam hukum fisika dikenal sebagai Helmholtz resonator (peristiwa resonansi pada suatu rongga). Bunyi-bunyi yang dihasilkan dalam djembe juga dihasilkan oleh beberapa teknik pukulan seperti “bass”, “tone”, dan “slap”. Namun semakin inovatifnya manusia dalam memainkan pukulan djembe, maka berbagai bunyi akan lebih variatif bunyinya. suara tinggi dan tajam, nada lebih bulat dan penuh, dan bass yang rendah dan dalam.

Hubungan spiritual djembe
Menurut kepercayaan spiritual orang afrika, djembe mempunyai 3 roh didalamnya. Yang pertama adalah roh dari kayu atau pohon yang menggambarkan kekuatan,ketegasan,penopang dan pelindung. Yang kedua adalah roh dari hewan atau kulit yang menggambarkan kemakmuran dan kesejahteraan. Dan yang terakhir adalah roh pembuat djembe itu sendiri yang menggambarkan semangat dari sang pembuatnya. Pada sebagian suku di afrika djembe telah menjadi alat terpenting dalam upacara keagamaan, salah satu alat pengiring dalam hubungan manusia dengan Tuhan.

Djembe adalah satu di antara sekian banyak alat musik perkusi ritmik yang populer di masa kini. Dimainkan lintas-kalangan, anak-anak hingga dewasa. Bahkan, kini juga dikreasi sebagai kerajinan/souvenir dalam banyak ukuran dan motif, sebagian produknya berkualitas ekspor. Popularitas djembe di Indonesia mungkin setara dengan gitar, karena di banyak tempat mudah ditemukan. Satu yang unik dari djembe adalah pola-pola rhythm-nya yang konstan, tabuhannya yang bergemuruh, tajam, melengking dan gaduh seolah membangkitkan energi ritual-primitif.
Konon nama djembe diambil dari pohon djem, yang banyak ditemukan di Mali. Pohon djem adalah bahan dasar untuk membuat djembe. Setelah pohon ditebang, dibentuk suatu kerangka menyerupai piala, lantas dibubut, dan diukir sedemikian rupa. Menebang pohonnya pun dibarengi ritual khusus. Tentu dipilih kayu yang baik, yang tingkat ketahanannya lama, dan bisa menghasilkan akustik yang bagus. Membran sebagai sumber bunyinya bisa menggunakan kulit kambing, kerbau dan antelop. Teknik merenggangkannya pun khusus. Lalu, setelah melalui proses pengeringan, membran itu diikatkan tali di selingkar body-nya.
Menurut Doris Green (2001), djembe adalah hasil kreasi orang Konon di Sierra Leone. Cikal bakal djembe adalah sangba. Memang benar alat musik ini berasal dari Afrika, tapi siapa sangka ternyata persebarannya tidak menyeluruh di seluruh benua Afrika. Ada banyak nama untuk alat musik berjenis drum di Sierra Leone, di antaranya sangba, yimbei, jimberu, bata, atau tapoi. Masing-masing alat musik itu dimainkan oleh kelompok-kelompok orang yang berbeda pula.
Di daerah Mali misalnya, djembe dipergunakan pada malam hari untuk berbagai perayaan, misalnya menyambut bulan purnama, datangnya musim semi, musim panas, musim panen, musim dingin, malam puasa, perkawinan, baptis, dan lain sebagainya. Djembe juga dipergunakan mengiringi tarian maupun nyanyian. Rhythm yang dipakai menyesuaikan untuk momen apa djembe dimainkan. Beberapa nama-nama pola rhythm itu antara lain: djagbe, yangkadi-makru, marakadon, mendjani, moribayasa, kasa, garangedon. Selain di Mali, djembe juga ditemukan di Senegal, Guinee, Gambia, Ivory Coast, dan wilayah lain khususnya di Afrika Barat. Kasta Griot adalah kasta penjaga kebudayaan musik yang utama, selain kasta Pandai Besi (fetish maker).
Orang yang profesinya bermain djembe disebut Djembe Fola. Di beberapa negara seperti Amerika, Belgia, Jerman, Perancis, terdapat sekolah djembe, yang mendatangkan guru-guru langsung dari habitat asalnya. Bagaimana dengan Indonesia? Ternyata belum ada sekolah djembe. Hanya saja, aktifitas “djembe fola” telah menyebar di pelosok negeri.
Banyak kelompok musik menggunakan djembe sebagai media ekspresi musiknya. Menyebut beberapa: kelompok Djembe Merdeka (Yogya), nDjagong Percussion, KunoKini, Payon Percussion (Jakarta), Djendela Ide, Magic Skin (Bandung), Java Jine, Etno Ensamble (Solo). Mereka memainkan rhythm tradisional dan kreasi-kreasi baru yang di-mix secara eklektik, baik saat membawakan lagu-lagu tradisi Nusantara maupun komposisi kontemporer. Melihat instrumentasi dalam formasi tradisional kira-kira standarnya adalah: 3 djembe ditambah dunun yang terdiri dari kankeni (kecil), sangban (sedang), dan dunumba (besar). Kankeni menabuh pulsa pendek yang konstan, sangban menjadi jalinan melodi, dan dunumba untuk bermain pulsa-pulsa panjang. Sementara 3 djembe bermain rhythm 1 dan 2, sisanya sebagai solis.
Secara umum djembe dibagi dua jenis:


Rope – tune bass
Djembe tradisional dengan permukaan kulit atasnya dan ditarik atau kencangkan (tuning) hingga mencapai tingkat suara tertentu. Di Negara tempat asalnya, kulitnya 






menggunakan kulit kambing, rusa, kijang, unta atau kulit anak sapi. Pada kayunya dibuat dari kayu solid, yang kemudian diukir menurut batin dan keinginan si pembuat.








Key – tuned djembe
Djembe yang dibuat lebih modern 







daripada djembe tali gaya Afrika, dan disetel menggunakan kunci pas untuk mengencangkan baut di kepala Djembe. Cangkang kunci-tuned djembes juga kadang-kadang dibuat dari bahan sintetis seperti Acousticon, yang meniru kekuatan dan warna nada kayu tradisional Djembe drum dengan sangat baik. Kayu yang digunakan juga terkadang menggunakan fiber yang enteng namun solid.



Wah, kalo yang pada ngiler pengen beli gw kasi linknya, yang relatif murah harga2nya:






0 Sang Legenda Reggae Tanah Air


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Sang Legenda Reggae Tanah Air





Lelaki bernama asli Urip Ariyanto ini selalu tampil di depan publik dengan gaya ”kebesarannya”, rambut gimbal serta topi, baju, dan celana berwarna bendera Jamaika. Gaya ”rastafarian” ini memang mengacu pada gaya pemusik reggae Bob Marley. Banyak yang menafsir, ia pengikut Bob Marley yang mencintai kebebasan berekspresi. Tetapi, Mbah Surip begitu sapaanya menyangkal. ”Saya malah tidak tahu kalau musik yang saya mainkan itu namanya reggae, ha-ha-ha,” tuturnya.Asal tahu, menurut pengakuan Mbah Surip, sejak dulu sampai sekarang, ia sedang belajar salah. ”Kalau belajar benar itu sudah biasa, saya sedang belajar salah….” Maka itu, sangat tidak mungkin mengejar kata ”belajar salah” pada Mbah Surip. Lelaki yang dulu menggelandang dalam arti sesungguhnya, antara Bulungan, Jakarta Selatan; Taman Ismail Marzuki (TIM); dan Pasar Seni Ancol, ini ibarat pasir pantai. Kalau kita menggalinya lebih dalam, tak lama kemudian air laut menutupinya.
Begini, misalnya. Dalam banyak kesempatan, Mbah Surip bercerita, ia pernah kuliah di Jurusan Kimia Universitas Petra, Surabaya. Dan, karena itu kemudian, katanya, ia bekerja pada pengeboran minyak di Amerika, Kanada, Jordania, Jepang, Filipina, dan Singapura. Bahkan, saat ke Jakarta tahun 1975 untuk ujian bekerja di pengeboran itu, ia juga sempat menonton konser Deep Purple.
Saat berada di Amerika sekitar tahun 1986 itulah konon ia menciptakan lagu ”Tak Gendong”. ”Saya ada di bawah jembatan itu,” ujar Mbah Surip. Ia bermaksud mengatakan jembatan Golden Gate, San Francisco, yang terkenal itu. Mungkin? Bisa jadilah…. Tetapi, dengan ”Tak Gendong”, ia ingin mengatakan bahwa hakikatnya manusia itu selalu hidup bersama.

0 Biografi Bob Marley


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Biografi Bob Marley


Kapten Norval Sinclair Marley adalah seseorang yang berperawakan kecil. Ia adalah seorang pengawas tanah perusahaan Crown Lands, milik Pemerintahan Inggris yang telah menjajah Jamaika sejak tahun 1660-an yang terletak sebelah utara pulau itu. Pangkat yang disandangnya ia dapat saat menjadi komandan markas di Resimen British Hindia Barat. Suatu saat ia bertemu dengan Cendella, seorang wanita pribumi yang telah mamikat hatinya pada saat dia sedang berkunjung ke distrik Nine Miles. Hubungan mereka menjadi pergunjingan warga setempat karena Ras.

0 Rastafara adalah Kebebasan


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Ada "hukum" untuk di langgar

Sebel banget rasanya. Hidup serasa burung dalam sangkar. Mau melakukan apa saja selalu gak bebas. Mau gini gak boleh. Mau gitu harus begini. Apalagi yang begitu-gitu.
Beda banget dengan seekor burung di alam lepas. Terbang di atas langit tanpa batas. Hinggap di dahan manapun tanpa ada yang melarang. Meliak-liuk di udara sesuka hati. Bersalto kesana kemari. Pokoknya bebas lepas tanpa beban.
Jadi manusia memang seperti burung dalam sangkar. Apa-apa ada aturannya. Tiap hari harus ke sekolah, ngerjakan PR, harus ginilah, harus gitulah. Yang jelas hidup terkekang banget deh. Entah itu aturan sekolah, aturan masyarakat, ataupun aturan agama. P

Rabu, 02 Mei 2012

0 kode-kode untuk chat di facebook


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Code Huruf


[[244961858909298]] = huruf A
[[344113652270150]] = B
[[344991278847613]] = C
[[164461493653696]] = D
[[196752423751220]] = E
[[301630573215430]] = F
[[251496118250464]] = G
[[266394220086654]] = H
[[164866556948132]] = I
[[180599335371968]] = J 
[[209067005843651]] = K
[[238594039545396]] = L 
[[147702285338528]] = M
[[309221402452022]] = N
[[180901405340714]] = O
[[246506925416551]] = P 
[[333343613344059]] = Q
[[123128367803569]] = R
[[316143388416019]] = S
[[334073456605673]] = T
[[19962609346064

0 Untuk Update Status


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Buat yang suka update status facebook.
Nih, Saya punya 1 aplikasi yang menurut saya
lumayan lah ..

0 Antara Musik Reggae dan Rastafarian


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Irama musik reggae ini, terdengar mengasyikkan. Iramanya yang dinamis, membuat pendengarnya terhanyut. Mereka ikut menghayati lirik-lirik dalam sebuah lagu berirama reggae ini.
Sepintas, penampilan para penggemar musik reggae ini seakan menunjukkan gaya hidup yang masa bodoh. Kaos oblong, jeans belel, serta rambut gimbal, menambah lusuh penampilannya.
Ditambah lagi dengan adanya stereotipe negatif yang selama ini muncul. Musik reggae terkesan identik dengan ganja, mariyuana, serta seks bebas. Hal itu diperkuat oleh kenyataan di mana petugas kebersihan kerap menemukan sisa lintingan ganja yang habis dibakar, seusai pertunjukkan musik reggae.
Soal penggunaan ganja untuk menikmati musik reggae tidaklah diterima oleh seluruh penikmat musik reggae. Menurut mereka, reggae sebetulnya adalah musik yang membawa pesan perdamaian.
Sehingga tak ada hubungannya sama sekali dengan penggunaan ganja yang merupakan benda ilegal untuk dikonsumsi secara bebas.Musik reggae semakin populer ke seluruh penjuru dunia di era tahun 1980-an, termasuk di Indonesia. Akar musik ini adalah musik ska, yang temponya lebih cepat dibandingkan reggae.
Dan kematian Bob Marley pada tahun 1981, malah semakin